Jawa Barat · Pemilu · 2023

Hasil yang Bisa Dipercaya

Dua aplikasi web untuk Pemilu 2024: satu untuk PIC di TPS, satu untuk staf partai yang memantau hasil yang masuk.

Info proyek
Peran
Product Designer
Konteks
Sistem internal sebuah partai politik tingkat DPW Jawa Barat, dibangun untuk Pemilu 2024.
Pengguna
PIC TPS (penanggung jawab di setiap tempat pemungutan suara) di lapangan, dan staf DPW (pimpinan partai tingkat wilayah) yang menjalankan operasi hari pemilihan dari kantor.
Cakupan
Web app PICLogin & verifikasi · konfirmasi kehadiran · dashboard progres · kirim dan kelola C1 Dashboard adminPemetaan TPS & PIC · dashboard pemantauan wilayah · tinjauan C1 · kelola akun & anggota
01 · Ringkasan

Satu tindakan lima menit, dilakukan lima tahun sekali, dan harus bisa dipercaya

Proyek ini sebenarnya adalah dua aplikasi web yang bekerja bersama, dibangun untuk Pemilu 2024: web app mobile yang dibuka PIC lewat browser di ponsel mereka pada hari pemilihan untuk melaporkan hasil penghitungan suara (Formulir C1, kini resminya disebut C.Hasil), dan dashboard web yang dipakai staf partai tingkat wilayah (DPW) untuk menyiapkan semuanya sebelumnya dan memantau hasil yang masuk. Saya mendesain keduanya dari awal sampai akhir.

Bagian tersulitnya bukan layar-layarnya. Tantangannya adalah memastikan satu tindakan lima menit, yang dilakukan lima tahun sekali oleh orang yang sering kali belum pernah memakai aplikasinya, tetap bisa dipercaya di ribuan TPS. Kepercayaan itu hanya bisa terwujud kalau sisi admin sudah disiapkan dengan benar jauh-jauh hari, dengan setiap PIC sudah dipasangkan ke TPS yang tepat beberapa minggu sebelumnya.

Studi kasus ini menjelaskan masalahnya seperti cara saya melihatnya: pertama sebagai soal kepercayaan dan bagaimana dua aplikasi ini bekerja bersama, baru setelah itu sebagai soal layar dan tombol.

02 · Masalah sebenarnya

Bukan sekadar formulir. Ini jalur data untuk mengambil keputusan di malam pemilihan.

Penghitungan suara resmi di Indonesia butuh waktu. Perlu berhari-hari sampai hasilnya terverifikasi dan ditetapkan secara nasional. Partai yang ingin tahu apa yang terjadi di malam pemilihan butuh cara sendiri yang lebih cepat, langsung dari PIC di setiap TPS, tepat setelah penghitungan di tempat selesai.

Artinya, ini adalah jalur data dua arah yang dipakai partai untuk mengambil keputusan nyata malam itu, misalnya ke mana harus mengirim bantuan hukum atau di mana perlu waspada. Web app PIC adalah tempat informasi masuk, dan dashboard admin adalah tempat semuanya disiapkan dan dipantau. Kalau salah satu sisi gagal, partai akan memercayai angka yang seharusnya tidak dipercaya, dan itu lebih buruk daripada tidak punya angka sama sekali.

Persulit pengiriman data yang tidak layak dipercaya, tanpa mempersulit PIC yang gugup dan baru pertama kali mencoba untuk mengirim data yang benar.

Di sisi admin, tujuannya adalah membuat bagian persiapan yang belum lengkap terlihat jelas, beberapa minggu sebelum hari pemilihan.

03 · Yang membuatnya sulit

Batasan

  • Hanya satu kesempatanWeb app PIC hanya dipakai sekali, di hari pemilihan, oleh ribuan orang secara bersamaan. Tidak ada uji coba dan tidak bisa diperbaiki di tengah jalan.
  • Selalu pengguna baruPemilu di Indonesia digelar lima tahun sekali, dan sesering itulah PIC memakainya. Hampir tidak ada yang ingat cara kerjanya, dan banyak yang belum pernah memakai yang serupa.
  • Tingkat kenyamanan yang sangat beragamSebagian PIC masih muda dan terbiasa dengan aplikasi. Sebagian lagi lebih tua, dan aplikasi ini mungkin salah satu yang paling sulit yang pernah mereka pakai.
  • Dipakai sambil berdiriPIC memakai web app di TPS yang ramai, kadang dengan sinyal buruk, sambil ditunggu orang lain.
  • Pengguna berbeda di sisi adminStaf DPW memakai dashboard berkali-kali selama beberapa minggu, di meja kerja. Tantangan mereka adalah pekerjaan berulang yang banyak, bukan kegugupan pengguna baru.
  • Konsekuensi nyataDatanya terkait dengan hasil pemilu yang sebenarnya. Kesalahan maupun niat buruk sama-sama berdampak, di kedua sisi sistem.
  • Tim kecil, tanpa jaring pengamanTidak ada tim teknis khusus atau proses pengujian, jadi sebagian besar upaya membangun kepercayaan harus dirancang langsung ke dalam kedua aplikasi.
04 · Pendekatan saya

Lima prinsip

  1. 1

    Taruh pengecekan paling ketat tepat di titik yang paling rawan dicurangi, dan tidak di tempat lain

    Risiko terbesar adalah seseorang mengirim hasil tanpa berada di TPS. Jadi ada satu langkah wajib yang ketat untuk itu, yaitu konfirmasi kehadiran, alih-alih pengecekan kecil di mana-mana yang memperlambat semua orang.

  2. 2

    Status harus jelas dalam tiga detik atau kurang

    PIC yang melirik ponselnya perlu langsung tahu mana yang sudah dan belum selesai, untuk tiga pemilihan sekaligus. Staf DPW yang memindai daftar wilayah yang panjang juga butuh hal yang sama. Kalau butuh lebih dari sekali lirik, layarnya belum bekerja dengan baik.

  3. 3

    Tambahkan langkah ekstra hanya di tempat yang benar-benar penting

    Peringatan sebelum mengirim foto dan konfirmasi sebelum menghapusnya sengaja diberi langkah tambahan, karena salah di sini berdampak besar. Di tempat lain, tujuannya adalah sesedikit mungkin ketukan.

  4. 4

    Selalu desain untuk orang yang baru pertama kali memakainya

    Hampir tidak ada yang memakai web app PIC secara rutin, jadi saya tidak pernah berasumsi orang akan ingat cara kerjanya. Setiap layar harus bisa dipahami oleh orang yang baru pertama kali melakukannya, di bawah tekanan, tanpa ada yang bisa ditanya.

  5. 5

    Kerjakan bagian sulit lebih awal, supaya hari pemilihan bisa sederhana

    Web app PIC bisa tetap sederhana karena dashboard admin sudah menangani bagian rumitnya sebelumnya. Setiap TPS dan setiap PIC disiapkan dan dicek sebelum hari pemilihan, jadi tidak ada yang perlu dipikirkan lagi di lapangan.

05 · Cara kerjanya

Dua bagian dari satu sistem

Web App PIC

Browser ponsel · hari pemilihan
A · Masuk

PIC masuk dengan nomor anggota partai (No. KTA) dan nomor KTP (NIK), bukan email atau nomor telepon. Hanya anggota partai yang benar-benar terdaftar yang bisa masuk, tanpa langkah pendaftaran terpisah yang memperlambat di hari pemilihan.

Layar masuk PIC yang meminta No. KTA dan NIK
Masuk dengan verifikasi No. KTA & NIK
B · Konfirmasi kehadiran

Sebelum mengirim hasil apa pun, PIC harus mengonfirmasi bahwa mereka benar-benar berada di TPS. Sampai itu dilakukan, semua tombol kirim tetap terkunci dan ada layar yang menjelaskan alasannya. Ini adalah lapisan pertahanan pertama terhadap kiriman palsu atau terlalu dini.

Layar yang menanyakan apakah PIC sudah hadir di TPS, dengan tombol Ya dan Belum Layar terkunci yang menjelaskan C1 belum bisa dikirim sebelum kehadiran dikonfirmasi Beranda dengan progres C1 dan tombol Kirim C1 untuk setiap pemilihan
  1. Pertama, satu pertanyaan: "Apakah Anda sudah hadir di TPS?" Belum ada hal lain yang bisa diakses.
  2. Belum? Semua jalur pengiriman tetap terkunci, dan layar menjelaskan alasannya serta cara membukanya.
  3. Sudah dikonfirmasi. Beranda terbuka dan C1 untuk setiap pemilihan bisa dikirim.

Prototipe interaktif · coba kedua jawaban

C · Beranda & progres

Beranda menunjukkan berapa hasil yang sudah terkirim ("0 dari 3") untuk ketiga pemilihan, masing-masing dengan status singkat dan tombol untuk langsung bertindak. Gaya daftar centang membuat sisa pekerjaan langsung terlihat, bahkan saat pertama kali dipakai. Setiap pemilihan yang sudah dikirim mendapat centang hijau dan tombolnya berubah dari Kirim C1 menjadi Lihat, dan begitu ketiganya masuk, bar berubah hijau dan sapaannya berganti menjadi ucapan terima kasih.

Beranda PIC dengan progres C1 0 dari 3 dan tombol Kirim C1 untuk setiap pemilihan
0 dari 3: semua pemilihan belum dikirim
Beranda PIC dengan 1 dari 3 terkirim: PILPRES dicentang dengan tombol Lihat, dua lainnya masih Kirim C1
1 dari 3: yang terkirim berubah hijau dan menjadi Lihat
Beranda PIC dengan 3 dari 3 terkirim, progress bar hijau penuh, dan sapaan terima kasih
3 dari 3: bar hijau dan ucapan terima kasih
D · Mengirim hasil

Yang difoto adalah lembar ringkasan A4 bertanda tangan (C.Hasil) yang diterima setiap saksi partai di TPS, bukan lembar Plano besar yang dipajang. PIC memotret langsung atau memilih foto dari galeri, lalu melihat pratinjaunya. Tepat sebelum tombol Kirim, ada peringatan jelas yang mengingatkan untuk mengecek apakah foto tajam dan terbaca, sehingga formulir yang buram tertangkap sebelum terlambat.

Bottom sheet untuk memotret dengan kamera atau memilih dari galeri
Potret atau pilih foto
Pratinjau foto C1 dengan pengingat agar foto jelas, di atas tombol kirim
Pratinjau dengan peringatan keterbacaan sebelum mengirim
E · Melihat, menghapus, atau mengirim ulang

Setelah mengirim, PIC bisa melihat kirimannya lalu menghapus atau mengirim ulang. Menghapus selalu meminta konfirmasi dengan peringatan yang jelas ("Anda perlu mengirim ulang jika menghapus ini"), sehingga data sepenting ini tidak bisa terhapus tanpa sengaja.

Foto C1 yang sudah dikirim dengan tombol Hapus C1 dan Kirim Ulang C1
Detail C1, opsi hapus & kirim ulang
Konfirmasi hapus C1, dengan Jangan Hapus sebagai tombol utama
Konfirmasi hapus C1
Di antara dua aplikasi

Pengalaman PIC tidak akan berjalan tanpa persiapan lebih dulu: menentukan TPS mana saja yang ada dan PIC mana yang ditugaskan ke masing-masing TPS.

Dashboard Admin

Web · beberapa minggu sebelumnya dan di malam pemilihan
Masuk

Admin masuk dengan username dan password, bukan nomor identitas. Perbedaan ini disengaja: akun ini bisa melihat dan mengubah data untuk seluruh provinsi, bukan sekadar mengirim hasil satu orang.

Formulir masuk admin dengan username dan password
Masuk admin, username & password
Menyiapkan TPS · Pemetaan TPS

Sebelum PIC bisa masuk dan mengonfirmasi kehadiran, admin menentukan berapa TPS di setiap kelurahan dan menugaskan satu PIC ke masing-masing TPS. Ikon peringatan kecil muncul di samping wilayah yang belum lengkap, sehingga celah yang mudah terlewat jadi mustahil diabaikan selagi masih ada waktu untuk memperbaikinya. Langkah ini diam-diam menentukan apakah pengecekan di sisi PIC akan berjalan.

Tabel Pemetaan TPS per kelurahan dengan ikon peringatan dan panel penugasan PIC ke setiap TPS
Pemetaan TPS, jumlah TPS & penugasan PIC per kelurahan
Dashboard utama · Beranda

Begitu TPS dibuka, dashboard merangkum progres di seluruh Jawa Barat, dibagi per kota dan kabupaten, untuk ketiga pemilihan berdampingan, dengan opsi untuk menelusuri wilayah mana pun. Panel samping menampilkan angka-angka persiapan utama (total TPS, total PIC) dalam sekali klik, beserta angka awal perolehan suara.

Dashboard admin dengan progres C1 per pemilihan dan tabel kota dan kabupaten di Jawa Barat
Beranda, dashboard progres C1 per wilayah
Meninjau hasil · Formulir C1

Penelusuran per wilayah yang sama, tetapi untuk foto-foto yang benar-benar dikirim, bukan persentase penyelesaian. Dengan begitu staf DPW bisa mengecek hasil tertentu, bukan hanya memercayai angka ringkasan.

Foto formulir C1 yang dibuka untuk ditinjau di atas daftar wilayah
Formulir C1, membuka foto kiriman untuk ditinjau
Layar persiapan lainnya

Memulai periode pemilihan baru, mengelola akun admin, dan menjaga daftar anggota partai yang bisa ditugaskan sebagai PIC. Inilah fondasi yang harus ada sebelum TPS mana pun bisa disiapkan.

Formulir Buat Periode untuk memilih tahun dan jenis pemilihan
Buat Periode
Layar Akun untuk menambah akun admin
Akun
Daftar Anggota partai dengan KTA, NIK, dan nomor telepon
Anggota
06 · Kompromi

Yang akan saya lakukan berbeda jika ada lebih banyak waktu

Bagian dari design review yang baik adalah membahas jalan yang tidak diambil. Berikut pilihan yang tetap saya pertahankan, dan apa yang akan saya perjuangkan jika ini menjadi produk jangka panjang, bukan acara satu malam.

Titik keputusanYang saya pilih, dan alasannyaYang akan saya tinjau ulang
Cara PIC membuktikan identitasNomor anggota + NIK, tanpa verifikasi tambahan. Lebih cepat di hari pemilihan, tetapi lebih lemah terhadap pemalsuan identitas.Untuk versi nasional, pengecekan tambahan yang ringan, misalnya mengenali ponsel yang sama saat kembali masuk, tanpa menambah langkah login.
Memastikan foto terbacaPeringatan sebelum mengirim, tanpa pengecekan otomatis. Opsi tercepat mengingat waktunya.Deteksi otomatis foto yang buram atau silau, sehingga peringatan menjadi pengecekan sungguhan, bukan sekadar pengingat.
Memperbaiki hasil yang sudah dikirimHapus lalu kirim ulang, dengan langkah konfirmasi. Mudah dipakai, tetapi kiriman awal hilang sepenuhnya.Simpan setiap versi dan tampilkan, alih-alih kehilangan kiriman pertama saat dihapus.
Menyiapkan TPSDiatur manual satu per satu, sehingga staf admin punya gambaran utuh saat mempelajari data yang belum mereka kenal.Unggah massal dari spreadsheet, karena mengatur satu kelurahan demi satu kelurahan tidak sanggup menjangkau satu provinsi.
Hak akses adminSatu peran admin dengan akses ke seluruh provinsi, mengingat waktunya.Akses terbatas per wilayah, supaya koordinator lokal tidak memegang kendali atas seluruh provinsi.
07 · Risiko

Lima risiko yang membentuk sebagian besar kedua aplikasi

RisikoMitigasi yang dirancang ke dalam alur
Seseorang mengirim hasil tanpa berada di TPSLangkah wajib "konfirmasi kehadiran" mengunci semua jalur pengiriman. Ini satu-satunya langkah yang tidak bisa ditawar di seluruh aplikasi.
Foto yang buram atau tidak terbaca terkirim tanpa disadariPeringatan yang jelas tepat sebelum mengirim, yang dicatat di bagian kompromi sebagai hal yang perlu diperkuat.
Hasil yang sudah dikirim terhapus, sengaja maupun tidakLangkah konfirmasi menjelaskan akibatnya dengan bahasa sederhana dan mengharuskan pengiriman ulang. Menghapus tidak pernah cukup dengan satu ketukan.
Pengguna baru yang gugup menyerah di tengah jalan karena dikejar waktuLayar sederhana satu langkah demi satu langkah dan beranda berbentuk daftar centang, sehingga tidak ada yang perlu diingat atau ditebak.
TPS belum lengkap disiapkan sebelum hari pemilihanIkon peringatan di setiap wilayah yang belum lengkap, terlihat oleh staf admin selagi masih ada waktu untuk memperbaikinya.
08 · Langkah berikutnya

Lain kali: bayar PIC setelah C1-nya terverifikasi

Kalau ada kesempatan membangun ini lagi untuk pemilu berikutnya, saya akan mengusulkan integrasi web app PIC dengan payment gateway. PIC dibayar setelah admin mengecek foto C1 mereka di dashboard, sehingga meninjau hasil dan membayarnya menjadi satu alur.

  1. PIC mengirim foto C1 dari web app, sama seperti sekarang.
  2. Admin meninjaunya di Formulir C1 pada dashboard dan menandainya sebagai terverifikasi.
  3. Verifikasi memicu pembayaran melalui payment gateway.
  4. PIC melihat statusnya di web app: menunggu tinjauan, terverifikasi, lalu dibayar.

Bayar untuk hal yang benar-benar dibutuhkan partai: C1 yang terbaca, terverifikasi, dan terkirim tepat waktu.

  • Alasan untuk melakukannya dengan benarMengaitkan pembayaran dengan foto yang terverifikasi memberi PIC alasan yang jelas dan pribadi untuk mengirim foto yang tajam, tepat waktu.
  • Satu tinjauan, dua pekerjaanMengecek C1 dan mencairkan pembayaran terjadi di langkah yang sama pada dashboard admin.
  • Foto yang ditolak butuh jalan yang jelasKalau foto tidak bisa diverifikasi, PIC perlu tahu alasannya dan bisa mengirim ulang sebelum pembayaran, bukan sesudahnya.
  • Data pembayaran disiapkan sejak awalKe mana setiap PIC dibayar sebaiknya dikumpulkan beberapa minggu sebelumnya, bersamaan dengan pemetaan PIC, bukan di hari pemilihan.
09 · Hasil

Yang ingin saya ukur

Saya belum punya angka nyata dari lapangan untuk dibagikan. Daripada mengarang, berikut yang saya rencanakan untuk diukur.

  1. Waktu dari penghitungan di TPS sampai terkirim. Kecepatan inti yang menjadi alasan aplikasi ini ada.
  2. Tingkat kirim ulang. Tanda berapa banyak foto yang gagal lolos pengecekan kualitas di percobaan pertama.
  3. Jumlah yang berhenti di "konfirmasi kehadiran". Untuk mengecek apakah langkah ini menahan orang yang tepat.
  4. Persentase TPS yang melapor tepat waktu. Angka yang paling penting bagi partai.
  5. Persentase kelurahan yang sudah lengkap disiapkan sebelum hari pemilihan. Peringatan dini tentang seberapa banyak masalah yang akan muncul nanti.
Akan ditambahkan jika tersedia: tingkat pelaporan tepat waktu, tingkat kirim ulang, rata-rata waktu pengiriman, dan masukan dari koordinator lapangan.
10 · Penutup

Di mana menempatkan kepercayaan yang terbatas

Masalah desain yang menarik pada akhirnya bukan lagi soal tata letak, tetapi soal memutuskan di mana menempatkan upaya membangun kepercayaan yang terbatas. Proyek ini hanya punya ruang untuk sedikit aturan ketat, jadi pekerjaan sebenarnya adalah menemukan beberapa momen yang benar-benar membutuhkannya dan menyingkirkan yang lainnya.

Mendesain kedua aplikasi sekaligus membuat hal itu mungkin. Langkah "konfirmasi kehadiran" di web app PIC hanya berjalan karena persiapan admin di belakangnya kuat. Saya tidak akan melihat hubungan itu sejelas ini kalau saya hanya mendesain satu sisi dan menyerahkan sisi lainnya ke orang lain. Keterbatasan di satu sisi biasanya justru menjadi brief desain untuk sisi lainnya.

Keterbatasan yang jujur: sebagian besar upaya membangun kepercayaan ini masih bergantung pada orang yang melakukan hal yang benar, yaitu pesan peringatan, langkah konfirmasi, dan ikon peringatan di tabel. Semua itu bukan sistem audit yang sebenarnya. Itu keputusan yang tepat untuk pengerjaan kecil sekali pakai, dan itu juga hal pertama yang akan saya ganti jika ini menjadi alat permanen.

Kontak

Suka dengan yang ini? Yuk, ngobrol.

Kalau Anda sedang mengerjakan sesuatu yang bisa terbantu dengan cara berpikir seperti ini, saya senang mendengarnya.

Kirim email